(Jangan)Ganyang Malaysia (saja)!


Classic___Tari_Pendet_by_indonesia

Tulisan ini lahir dari keprihatinan hubungan Malaysia dan Indonesia. sementara disana banyak yg mendemo ingin berperang dengan Malaysia,  sementara di sini saya memilih tidak mengikuti mereka.  lha wong temen2ku banyak orang malay, kalau kalian ndak punya temen org Malaysia pasti klian ga akan merasa, betapa kebanyakan mereka pun tak tahu kalau ada kasus2 seperti itu.

Karena itu mari kita lihat salah satu fenomena yang belakangan ini terjadi yang memacu sebagian besar amarah rakyat indonesia:

Tari Pendet yang digunakan pada iklan Enigma Malaysia (Discovery Channel). sikap saya:

a. banyak yg berkata kalau budaya kita telah dibajak. tak usah terlalu emosi, toh qt juga sudah banyak membajak kok, DVD bajakan, MP3 bajakan, VCD bajakan, software, dll dll banyak banget deh. tapi ya yg dibajak sampe saat ini ndak pernah menuntut maka itu qt pikir ya oke2 aja…namun ternyata sekarang qt dapat pelajaran bahwa dibajak itu tidak enak toh…

b. itu cuma dibajak budaya kawan…coba liat di papua sana sumber mineral kita sudah dibajak lebih dari sejak 60 tahun yg lalu untuk dikirim keluar negeri. Gas Alam kita langsung diembat ke Singapura. Pasir pantai kita pun hampir tiap detik dihisap ke sana…namun tak pernah sama sekali kita merasa sedang dibajak, bahkan bangga sekali karena telah “bekerja sama” dengan para pembajak.

c. jadi yg membajak adalah perusahaan Discovery Channel (US owner), dan pemerintah malaysia telat menyeleksi iklannya. ya telat wajar saya pikir…daripada bagian penyensoran negara kita yg keburu terangsang dengan film Paku Kuntilanak nya Dewi Perssik, meski sudah diingatkan MUI tak kunjung juga film ditarik. Pemerintah diam krna sudah keburu terangsang mungkin.  kira2 mana ya yg lebih parah efeknya? memang bukan Indonesia yg salah tapi production house film ybs,,ya kira2 begitu juga seperti Malaysia-Disc.Channel,,,production house salah pemerintah kecolongan, untung lah langsung diproses iklan tersebut.

Pulau Sipadan dan Ligitan

Sesungguhnya saya tidak banyak tau ttg perkembangan selanjutnya. Namun rekan2 semua pengambil alihan pulau bukan sekedar mengambil pulau, tetapi juga ada keperluan lain utk merawat warga di pulau2 terkait. tau kah anda jika warga di perbatasan Kalimantan-Malaysia bahwasanya perbatasan tersebut tdaklah se-rigid yg ada di peta.

Kata dosen saya yg pernah penelitian dsana bahwa bahasa sehari2 mereka adalah bahasa melayu, uangnya pun ringgit meskipun mereka ber KTP indonesia karena pasar terdekat ya menerima transaksi hanya dengan ringgit.

jd ya mereka de facto bs jadi warga malaysia, pengurusan hidup harian mereka diurus dalam otonomi Malaysia meskipun de jure nya masih Indonesia. tapi entah bagaimana dengan warga Sipadan dan Ligitan.

saya rasa justru baiknya kita bekerja sama saja utk menjamin kesejahteraan warga yg ada di sana, bukan sekedar prestise “ini pulau punya gw” toh juga qt sudah punya pulau pun kadang masih bangga kok kalau pasir2nya dicuri oleh negara selain negeri Jiran.

saya tak ingin membela siapapun, mari kita dewasa menyikapi berita yg ada di media. pikirkan kemungkinan lain selain opini yg ada di media. kita bukanlah konsumen informasi yg bodoh namun kita adalah prosumen, produsen sekaligus konsumen…yang menikmati namun juga bisa mengimbangi pendapat yg ada di media dengan pendapat kita.

 

ada yang tak setuju? mari kita diskusikan dengan secangkir teh hangat yg menemani buka puasa dan gorengan2🙂

bisa juga baca ini

5 Responses

  1. ah sok tau lo bakwan… hahahahaha…

    qt ludahin aja twin towernya petronas yuk..

    (haha emang ngaruhnya apa gt)

  2. harusnya ditambahin tuh,, tentang sinetron – sinetron indonesia yang berlatarbelakang malaysia,, yang menggambarkan kekejaman malaysia,,pokoknya di sinetron itu malaysia dijelekin,, jahat & suka menyiksa (aslinya gitu ga ya..).. hehehe..
    ini hanya pendapat dari saya yg hobi nonton sinetron..

  3. mampir, mau ngucapin met puasa ramadhan , & bentar lagi jelang selamat hari lebaran🙂 cheers..

  4. Bila semua menempatkan sesuatu di tempat yang semestinya, tidak ada konflik itu. Istilahnya : Tidak ada asap tanpa ada api…

  5. Saya orang Malaysia. Sejak saya dilahirkan sampailah dewasa , tidak pernah ku kenal apa itu tarian Pendet. Saya cuma kenal tarian mak yong, ronggeng, menora, dabus, inang, semazau, ngajat etc. Itulah yang ku kenali di sekolah, di tv dan mana-mana risalh dan promosi pelancongan Malaysia bertahun-tahun lamanya!

    Malah kostum penari pandet itu pun jelas asing sekali bagi saya.

    Jelas ini semua karena kebodohan produksi dari Singapura yang terang-terang jahil akan hal kebudayaan di Malaysia.

    Bagaimana boleh tarian dari Bali disebut sebagai tarian negara kami? Produksi Singapore goblok!

    Merekalah yang patut tanggung semua cemuhan itu, bukannya Malaysia..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: