Penyakit experiential feeling from over published subjectivity


         Mana yang lebih baik? Poligami atau cerai?

 

 Diawali dengan SMS an dengan seorang temen deket…eh tiba-tiba dia ngirim pesen “pokoknya kalau dirimu poligami, aq ga mau jadi temenmu lagi…” (gw pikir, nikah aja blom….apalagi nambah)

Hhh….segitu menyakitkan kah poligami sampai kau harus meninggalkanku? Heehehe…sok kaya drama-drama aja ya…

Lalu kutanya balik, “Segitu buruknya gituh poligami? Kalau dibandingin ama cerai mana yang lebih buruk?”

Lalu ia pun lama tak jawab, dan akhirnya ia bales….entah lah untuk wanita itu mah sama2 menyakitkan…

Hmmm….lalu ku mikir-mikir…emang dia pernah dipoligami atau dicerai ya? Segitu bisa ngerasain…padahal dia jg blom pernah nikah, napa bisa bilang itu menyakitkan ya?

Akhirnya kupikir-pikir…dan muncullah pertanyaan-pertanyaan…

Temenku itu dari mana ya taunya kalau dua hal itu menyakitkan?

Sejak kapan ya dia tau rasanya dicerai atau dimadu?

Pernah ga ya dia langsung merasakan? Apa pernah dia punya pengalaman dicerai/dimadu?

Trus kulanjutin mikir lagi…kalau dia kagak pernah ngalamin, kenapa ya dia seolah tau rasanya?

Yang harusnya secara obyektif ya dia belom pernah ngerasain….

Lalu kulanjutkan mikir lagi…kalau menurutmu dicerai/dimadu itu menyakitkan, pernah ga kamu denger cerita para wanita yang bahagia saat dimadu? Atau bahagia saat dicerai?

Dan kembali kucoba tawarkan antitesa lagi…seandainya sedari dulu cerita-cerita di komik, film, lagu-lagu pop, berita-berita gosip ngeberitain kebahagiaan saat seorang perempuan dimadu…kira-kira apa ya yang akan dia pikirin?

Akhirnya lahirlah sebuah kesimpulan singkat…ternyata temenku ini merasakan apa yang namanya experiential feeling from over published subjectivity (naon deui yeuh baru kepikiran istilahnya)… ya kayanya dia (atau jg mungkin kita semua) udah terprogram oleh lingkungan kita…kalau diduain atau dimadu itu pastilah menyakitkan…..

Tapi masa sih ga mau dimadu, kalau seandainya yang memadu mu itu seorang juragan minyak dimana nanti kamu bakal diminta untuk nerima warisan ngelola salah satu perusahaannya

Masa sih kamu ngerasa sakit kalo dicerai sama seseorang yang udah nyiksa kamu selama berumah tangga

Masa sih….masa sih…masa sih….ternyata banyak ‘masa sih’ juga yang mengundang rasa bahagia juga khan?

So…kenapa ya sekarang semua rasa subyektivitas perasaan seseorang yang dipublikasi ke masyarakat oleh berbagai media ini selektif hanya memunculkan beberapa rasa (sakit) saja. Sehingga seolah semua perasaan itu sudah dialami oleh diri kita…akhirnya kena lah kita penyakit aneh itu…. experiential feeling from over published subjectivity

….seolah dicerai itu pasti sakit, seolah diduakan itu pasti mengiris hati, seolah tidak lulus kuliah itu akhir dari dunia, seolah nilai C itu aib….seolah nilai E itu pencoreng harkat martabat dan harga diri kita…(padahal khan bagus tuh, di transkripnya jadi ada vitamin C dan E, bagus untuk mencegah penuaan…hahahahha…..)

Yang padahal semua hal itu belum pernah kita alami, tapi hanya orang-orang tertentu yang mengalami dan kebetulan ia disorot oleh media…hhh….entah…apakah mereka itu = saya?? Saya = mereka??

10 Responses

  1. Setahu saya, Islam membolehkan poligami, tapi tidak menganjurkan. Soalnya, memang sulit untuk bersikap adil, makanya banyak hal yang mesti dipikirkan sebelum memutuskan untuk berpoligami, termasuk perasaan pasangan kita

    Nah, pertanyaannya, siapakah teman dekat Ikhwan yang begitu takut Ikhwan berpoligami? Apakah beliau ini takut hal ini menimpa dirinya?

    He he🙂

  2. Kawin gih sono😀

    “Temenku itu dari mana ya taunya kalau dua hal itu menyakitkan?”

    Aku balik lagi pertanyaannya..

    Dari mana ya dirimu tau klo dua hal itu menyenangkan? (terutama klo dimadu)

    Kan lebih bagus klo nilai bervariasi tapi mentok di B. Jadi mayoritas di A. Untuk variasi, bolehlah beberapa mentok di B.

    on kangmaswiwit: ya saya mah cuma memberi antitesis sajah,,,tidak ngasih pilihan pertengahan,,soalnya nanti malah kayak bilangan real…tak hingga…hehehe

    ~alhamdulillah gagal merasakan E~

  3. saudara ikhwan ada2 saja..

    kepikiran ya?

    Yang jelas Allah itu Maha Adil,,
    Perkara poligami itu pun sangat kontekstual. Bisa baik ataupun bisa buruk. Lihat kasusnya dulu..

  4. saya wanita, dan menurut saya ini bukan penyakit..yah naluriah saja seperti kalo bersedih cenderung untuk menangis..kakek saya punya 5 istri, dan akur2, bahkan makcik2 (tante2) saya yang berbeda ibu juga ga kalah akurnya, contoh yang “baik” untuk saya but…. saya memilih menolak poligami karena saya kurang suka berbagi, yah anggaplah sama seperti saya tidak suka melihat bapak saya di peluk tante2 (cuma dipeluk!!!!) trussssss…. saya baru saja chek up kesehatan minggu lalu, saya tidak mengidap penyakit aneh apapun.
    seandainya islam membolehkan poliandri, kamu setuju?????

    on ayina : hahaha…itu khan cuma penyakit karangan sayah…hehehe…kalo membolehkan? ya tentunya sy juga cari sebab turunnya perintah dnk…seandainya khan? jadi bisa diandai2kan…jadi ya setuju aja..toh pasti kalau udah dibolehin…sejarah pasti akan “ditulis” berbeda daripada sekarang, jadi experiential feeling nya pasti akan beda juga…iya toh…

  5. Poligami ya wan?….ga menyanga ngkaw tulis di blogmu,,,

    orang bilang:” mana ada wanita yg mau di madu?”
    jd inget, waktu tetanggaku ” kyai kondang” tea, Poligami.(sekarang gah punya bayi malah dari yg mudanya)
    ak sempat “sharing” ma bbrp tmn. ada yg agree;ada yg ga bgt;ad netral.

    diriku sieh, ga menolak keterangan akan adanya Poligami( scara ad di Quran bo!).tapi….ya harus banyak perhitungan.(kl si suami itu punya istri muda, yang serba lebih dari istri 1st.mis:>cantik>muda>kaya dst. bukankah itu menyakitkan istri 1st?….

    wah jangan2 smua yg nulis komen mikir gw mau poligami…yang kutulis itu adalah sekedar bagaimana informasi yang timpang (tesa yang jarang dipertemukan dengan antitesa) bisa membuat sebuah persepsi yang kuat dalam masyarakat,harapannya ada ahli komunikasi justru yg komentar
    hasil survei bbrp tmn cow :

    ada yg bilang, ga semua apa yg nabi dulu lakukan bisa kita contoh sekarang, nabi adalh manusia super! nah kite?? manusia biase…iye kn?

    iwan, tau g? kl di Pnndok Husni. kty : sebelum nikah ada perjanjian dulu di atas materai, ga boleh ada KDRT, n nikah lagi (keren kan hehehe)

    ya…. banyak kondisi yg harus diperhitungkan. setauku nabi poligaminya stlah khodijah wafat kan?

    wanita berbicara: (coba deh bayangin:kemarin sang suami merayu biru,,,memanja ta hingga. istri 1st, eh,,,… esoknya dy lakukan hal yg sama pd istri k-2). ih…aneh kn?? (namapak posesif)😀

    menurut survei : cowo emang gampang berbagi(men-2 kan hati)

    jd, Poligami sok atuh lah mangga tap, kl…
    istir 1st: sakit parah,dsb. kl masih okey2 az trus di poligami,(kebangetan baget sieh tuh suami)

    katanye Poligami ntuh salh satu cara biar iatri 1st masuk surga,
    BUT!

    masih banyak cara kn u masuk surga….??
    walahualam……

    (yg baca komen ni psti mikir “takut di Poligami ya Neg?”
    dan jawabanya ; iya bgt!!)
    heuheu… wan…wan….

    • “iwan, tau g? kl di Pnndok Husni. kty : sebelum nikah ada perjanjian dulu di atas materai, ga boleh ada KDRT, n nikah lagi (keren kan hehehe)”

      bid’ah tuh…haahaha….KDRT?klo di Islam dibolehkan kok memukul istri jika salah…ada juga kasus pemukulan suami oleh istri cm adem2 aja tuh ga ada yg nuntut.

      ga kasian yah sm org yang ga nikah2?sbg perempuan yg udah bersuami kira2 cr apa utk menolong orang itu yg lebih baik?tolong dnk buatin konsep yg lebih baik dari segi kesehatan,agama dll yg lebih baik drpada poligami..

      kalau ada konsepnya SAYA PASTI MEMILIH ITU!!!! DEMI ALLAH!!

  6. Hmmm….lalu ku mikir-mikir…emang dia pernah dipoligami atau dicerai ya? Segitu bisa ngerasain…padahal dia jg blom pernah nikah, napa bisa bilang itu menyakitkan ya?

    Sekarang gimana kalau dibalik,, SEANDAINYA agama Anda membolehkan poliandri, meskipun tidak menganjurkannya. Lalu, bagaimana perasaan Anda sebagai pria jika Anda diduain, ditigain, diempatin, … oleh istri Anda? Atau, bagaimana perasaan Anda diceraikan oleh istri yang Anda sayangi?

    Intinya adalah sebagaimana Anda kehendaki supaya orang perbuat kepada Anda, perbuatlah juga demikian kepada mereka.

    *gitu aja kok repot.. =)

    • @anggriawan:ya saya bolehkan gitu aja kok repot, kata sapa laki2 poligami itu nyari SEX?
      yang ada juga beban idup malah nambah, maka itu qt niatin poligami utk menolong orang lain,,,poligami tidak pernah saya niatkan tapi klau kondisi memaksa sperti itu,ya kita msti siap toh?

  7. Hmm. Dulu, dulu banget, waktu heboh jaman “wong solo” berpoligami, saya sampai beli majalah yang menceritakan hal tersebut, dan murka setengah mati membacanya. Saya ceritakan apa yang saya baca itu kepada ayah anak-anak saya, dan dia bilang satu kalimat yang tidak akan pernah saya lupakan: “maaf, maaf nih memotong pembicaraan nyonya, tapi itu wong solo suami anda bukan ya?”
    Gyahahaha……

  8. @vivera & all : alhamdulillah sekarang sudah nikah & berada di lingkungan poligami (ayah mertua & 3 istrinya yang sangaaattt rukun…) kebetulan di daerah solo. ayah mertua juga pernah ditawari sebelum owner ayam bakar “wong solo” untuk diliput majalah tsb namun menolak. walau begitu tetep aja istri ga ngijinin poligami. alhamdulillah, baik-baik sajah di sini, bahkan ayah mertua jadi teladan kepemimpinan di keluarganya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: