Belajar Marketing sejak Belajar Baca


 

Kawan, tau tidak kalau kebiasaan orang Indonesia membaca dari kiri ke kanan itu berpengaruh lho sama proses berpikirnya. Bagi negara-negara yang cara membacanya mirip juga terjadi seperti itu. Pernah dilakukan sebuah simulasi kecil dengan menderetkan beberapa gambar seperti di bawah ini

                                                                      

  main2

 Kemudian ditanyakan kepada para audience gambar mana yang paling berbeda….

Hampir sebagian besar menjawab gambar lingkaran lah yang dipilih.

Pada saat bersamaan pada kelompok audience lain dilakukan pula percobaan dengan gambar yang sama dengan susunan yang sedikit berbeda, seperti di bawah ini

 

 main

 Eh ternyata, sekelompok orang itu memilih bahwa gambar paling sebelah kanan yang bersudut.

Lho kok bisa ya? Ya begitulah hasil eksperimen singkat itu…

Pernah ada joke juga ada seorang konsultan iklan extra joss menyarankan agar minuman energi ini bikin iklan di arab sono biar orang sono seger-seger….ternyata apa sodara-sodara…..

Extra Joss sama sekali ga laku, malahan tu billboard yang udah mahal-mahal dipasang malah dicoret-coret….

Bah!napa pula ini?

Ternyata setelah diliat normal-normal aja…disana ada gambar seorang yang tampak loyo lalu minum Extra Joss dan Akhirnya jadi KUAT!!! Hmmm..tak ada yang salah….setelah sang konsultan iklan merenung beberapa saat…Gubbraakkksss…baru ingatlah dia kalau disana tuh orang-orang baca dari kanan ke kiri…akhirnya jadilah brand minuman berenergi itu jadi minuman pembuat loyo…

(dalam pikiran orang sono à orang kuat minum Extra Joss jadi loyo)

Wah dari yang simple bisa gawat gitu yah…

Nah kawan-kawan yang sekarang ini jadi marketer, dari pelajaran di atas ada hal yang kita petik lho..ternyata kalau seseorang mulai berpikir, membanding-bandingkan suatu produk pada akhirnya dia akan sangat terpengaruh oleh pilihan terakhir. Mirip seperti proses mikir dari simulasi gambar di atas…

Nah jadi misalnya kamu jadi pemasar perumahan…saat ada orang yang mau nyari rumah di tempat mu…cobalah ajak mereka jalan-jalan dulu..pasti kamu maunya pelanggan beli yang paling mahal toh?

So, kalo gitu bawa mereka lihat-lihat rumah disana…tapi diawali ke rumah-rumah yang agak-agak ‘jelek’ dulu lah….trus di akhir baru deh di bawa ke rumah yang mau kamu jual itu. Sip dah! Insya Allah dia bakal lebih cenderung milih yang terakhir. Gimana, ok khan caranya?

Ini bisa juga kamu pake untuk nawarin pendapat ke orang lain lho…siapkan pendapat yang ingin supaya disetujui di akhir pembicaraan, supaya si orang yang kita yakini itu bisa lebih fokus nginget pendapat yang terakhir. You got the idea!? Ok deh…met nyaoba…kalo ada yang berhasil cerita-cerita yah…

Yuk ah dadah….

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: