Keresahan, itulah Energi Para Pemimpin


Dahulu Nabi Muhammad SAW resah atas derita dan akhlaq ummatnya
Dahulu Nabi Isa AS resah akan keteladanan diri di hadapan ummatnya, maka itu ia memiliki 11 orang sahabat untuk senantiasa mengoreksi perilakunya
Jack Welch pun resah atas kinerja GE yang lambat selama ia maju melesat bersama divisi yang ia bawahi
Setiap pemimpin kini merasakan sebuah perasaan yang sama, yaitu keresahan (Sutiyoso, dalam Kompas)

Kembali mari kita coba memikirkan makna keresahan. Keresahan ini hadir pula saat sekira hampir setahun yang lalu saat aku diajukan untuk jadi ketua salah satu organisasi mahasiswa. Saat itu banyak isu bahwa organisasi kami akan dibubarkan dan dibekukan beberapa haknya. Hal ini menimbulkan keresahan, termasuk dalam diri ini. Tetapi bukan karena ancamannya, tapi memang kinerja kami menurut saya pun hanya cukup (nilai C).

Hal ini timbul menyelisik di antara jurang antara idealita dan realita. Jarak antara kesempurnaan dan ketidaksempurnaan. Saat sebuah visi dan misi tak terdukung oleh aksi yang setengah-setengah.
Namun, tidak lah tak berarti kau resah hanya jika sudah mulai memimpin orang lain. Marilah kita resah akan diri kita, masa depan kita, amalan kita.

Karena Ia yang Maha Sempurna adalah Maha pemberi Rezeki, sudah kah kita membagikan rezeki kita?

Karena Ia yang Maha Sempurna adalah Maha pemberi Kasih sayang, sudah kah kita menebar kasih sayang kita?

Karena Ia yang Maha Sempurna adalah Maha pemberi Ampun, sudah kah kita memaafkan kesalahan orang kepada kita?

Resahlah atas kekurang sempurnaan ini, wujudkan dalam aksi yang maksimal!
Resahlah untuk tidak pernah puas atas yang baik, tidak pernah puas akan yang lebih baik dan tidak pernah puas untuk memperbaiki yang terbaik. Janganlah puas dengan sesuatu yang jelas hanya seadanya.

karena kita merindukan akhir yang tenang dan segala sesuatu yang sangat dekat pada kesempurnaan. 

Hai jiwa yang tenang.

Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.

(Al-Fajr : 27-28)

Wahai para pemimpin masing-masing diri ini, resahlah atas apa-apa yang kau pimpin. Dan bergeraklah menuju kesempurnaan dengan sepenuh hati dan raga mu. Karena ketenangan itu lah yang kau cari di akhir sana. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: