…Efisien? Menurut Anak Usia 5 Tahun


Hari Jumat – Sabtu ( 20-21 Juni’08 ) kemarin aku menyempatkan untuk pulang ke rumah. Ya…meskipun justru banyaknya di luar rumah. Di rumah cuma makan, tidur dan main dengan adikku, Fathir namanya. Selebihnya pergi ke sekolahku dulu untuk menemui guru untuk menawarkan program training di sana sembari membangun jaringan bisnis dengan guru yang lain. hehehe….
Tak salah juga saat itu ke sana, karena sedang momen wisuda kelas 3. Tak disangka tak dinyana ternyata banyak kakak/orang tua mereka (kelas 3) adalah orang-orang yang ku kenal (saling kenal/memang terkenal). Mulai dari kepala sekolah yang dulunya mantan adik Karisma, Pak Suwarno (dosen EL ITB/Mantan ketua Karisma’86), T’Noviet (Mantan pembina Karisma th 90an), sampai seorang walikota suatu daerah yang anaknya juga satu asrama denganku (psst…udah tau semua khan…)

Tak lupa juga bersua dengan adik-adik kelas yang juga sudah alumni, ada yang sudah 3 tahun tak berjumpa atau yang sering ketemu di Bandung pun ada,ckckckck…. Termasuk juga seorang adik kelas yang diwisuda yang kukenal sejak ia melewati masa pembinaan olimpiade Biologi Internasional di Bandung dulu (Peraih medali perunggu IBO 2007).

Banyak banget cerita yang menarik, lucu dan merindukan..(ehem..ehem…)

Tapi salah satu yang berkesan itu saat di rumah. Saat akan pulang, mama cerita banyak tentang perkembangan adikku (5 tahun 2 bulan) yang terkecil itu. Luar biasa…begitu banyak kemampuannya yang bertambah sekarang (katanya masa golden age) salah satunya bisa menulis namanya sendiri, termasuk waktu kuminta untuk menulis namaku sembari disebutkan satu-satu hurufnya, dia hanya lupa gimana cara menulis huruf N.

Ternyata setelah ku bincang-bincang dengan mama, bahkan dia pernah waktu itu berdebat dengan mama. Kenapa? karena cara dia menulis huruf F dimulai dari bawah lalu menyambung ke garis mendatar bagian atas lalu ditambah garis mendatar yang bawah, tidak seperti kebanyakan kita (mungkin) yang memulai dengan menarik garis tegak lurus dari atas ke bawah lalu ditambah 2 garis mendatar. Lalu mama bilang “Fathir salah…harusnya nulisnya dari atas…” terus Fathir bilang “Ah mama…kalau gitu gak efisien. Fathir capek kalau kaya gitu harus gerakin tangan tiga kali. tapi kalau dari bawah cuma dua kali gerakin tangan” ucapnya sembari memperagakan. Seketika itu juga mama terbengong. Darimana nie anak tau efisien, setelah itu banyak kejutan-kejutan lain yang mama pun tak menyangka. Bahkan tak jarang Fathir mengajarkan mama kalau mewarnai itu ada gradasi nya…ckckckck…dahsyat nian…..

Ya itu lah cerita tentang adik ku…Yang seharusnya sudah seperti biasa kubawakan oleh-oleh buku/bacaan (sudah kubiasakan sejak ia berumur 1th)….”An (panggilanku, singkatan dari Aa Ikhwan) kalau kesini lagi, beliin fathir buku yang tentang kuda sama kura-kura ya”…Begitu katanya sebelum ku pergi kembali ke Bandung.

2 Responses

  1. Luar biasa… asyik ya punya adik🙂

  2. subhanallah adiknya, calon mujahid, insya Allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: