Masa itu…bernama insan cendekia…


Masa-masa awal,saya merasa sangat dibentuk dengan pengkondisian saat MOS siswa baru. saat itu sudah ditanamkan kejujuran untuk mengakui kesalahan,yah biasa saja kupikir. standar ospek lah, paling kaya gini cuma sehari dua hari aja. setelah mos juga lupa. ternyata semakin hari semakin meningkat intensitasnya nginjek rumput pun harus ngaku, ga salam ke kakak kelas/guru/pegawai atau ke siapapun yang ditemui.Dan kembali ditekankan bahwa yang menjadi kan kita menggapai puncak prestasi itu adalah kejujuran itu sendiri. kakak senior kembali mendoktrin dengan tidak kalah garang nya seperti para praja STPDN (tapi tanpa pemukulan lho…)

lalu esok harinya masuk sekolah,ternyata kembali diingatkan. kini oleh para guru. dengan ringan sekali para guru menceritakan ya kalau nyontek dikeluarkan saja…tapi buat kami yg sejak sd-smp selalu nyontek/kerjasama waktu ujian…grrr….merinding euy….
kembali siklus berulang,ritual “kekerasan” MOS bahkan pernah ku ingat sampai pukul jam setengah sebelas malam MOS hari itu baru selesai demi mengungkap kesalahan seseorang.

hal tersebut berulang-ulang sampai sekira 7 hari berturutan…
ditambah pula dengan hukuman push up sehari-hari lebih dari 10 seri (@10 kali pushup) dan juga tekanan psikologis. dan senantiasa dengan siraman ruhiyah oleh para mentor, pembina asrama, senior yang begitu damai dalam memberikan nasihat. Subhanallah…dahsyat sekali kupikir lingkungan ini menurutku…bahkan jika kini ku bersilaturahim ke sana lagi dan minta nasihat ke pak rahmat (petugas kebersihan lapangan) senantiasa terbersit harapan untuk kesuksesan kami dan sertai dengan kejujuran,begitu juga dari pak satpam yang gak kalah gaul + hanif….tapi tetap,kejujuran….

hal ini kualami 3 tahun…di rimba penjara suci (katanya mah…)…dimana justru kutemukan kebebasan mengaktualisasi diri dengan optimal,kenal dengan berbagai lapisan pranata sosial,bahkan memulai romantisme patah hati pun dimulai disini…hahahaha….dan berlanjut sampai kini…huahahahhaha 1000x…pengalaman kali lah awak nie…
namun disini kurasakan begitu luar biasa bagaimana sistem guru asuh, yang justru bagi kami disini kami mendapatkan bapak-ibu kami yang baru,dikelompokkan ke dalam kelompok2 kecil yang selalu berkumpul selepas shalat dzuhur…setiap siang makan bersama…tertawa bersama,dinasihati,diskusi dan dimarahi oleh ibu/bapak kami sembari diiringi suapan nasi dan lauk tahu goreng atau ayam goreng yang hanya muncul seminggu sekali…heuheuheu…..
bahkan saking kompaknya “keluarga kecil” itu sampai suatu kali hampir semuanya menjadi calon ketua OSIS,dan merupakan terbanyak dalam sejarah pemilu OSIS IC….dahsyat kali memang kami saat itu.

cerita belum selesai, di asrama begitu luar biasa juga. setiap malam yang harus nya ada jam belajar justru kami mengisi nya dengan ngobrol dan bercanda tawa…bahkan pembina asrama pun sampai capek ngurus kami. walhasil tak jarang pembina asrama atau guru yang sedang patroli justru ikut ngobrol-ngobrol sama kami….heuheu….berjiwa muda banget lah guru2 IC….

asrama,harus kami saling memahami satu sama lain. tak jarang friksi berbuah emosi bahkan menjadi aksi brutal….namun,selalu tertanam dalam diriku. kejujuran lah yang kuutamakan,kuakui kesalahanku dan permintaan maaf dan memberi maaf pun terlantunkan diiringi tetesan air mata tak rela untuk menyakiti sesama saudara. Namun kuakui inilah masa-masa pembelajaran bagaimana kami dapat memahami diri masing-masing teman kami,baik-buruknya saling tahu…

kuakui begitu tertanam rasa untuk mengungkapkan dengan jujur segala hal begitu berdampak dahsyat dalam diri ini. salah satu nya itu ya jujur untuk mengungkapkan isi hati meski ditolak(heuheu…lagi-lagi…). Selain itu juga jujur bahwa merasakan jika melihat sebuah kesia-siaan,kemungkaran,kebathilan rasa dalam diri ini akan memberontak untuk dengan lantang untuk menumpas rasa tidak nyaman dalam hati ini. pernah suatu ketika kulihat adik-adik kelasku merayakan ulang tahun dengan penuh kesia-siaan (lempar2an kue ulang tahun).hatiku terasa tak nyaman dan berontak. ku tak perlu minta dukungan siapapun, ku harus maju untuk mengingatkan mereka…alhamdulillah ternyata mereka dapat menyadari dari nasihat yang kusampaikan itu.

Jujur pun muncul untuk jujur dalam keberanian menyalurkan segenap rasa,minat dan bakat dalam diri ini…alhamdulillah meskipun lomba kecil-kecilan…namaku pernah terukir di gallery prestasi almamaterku itu…kompetisi/perlombaan internal ataupun eksternal…termasuk buku kasus siswa pun tak lengkap kalau belum disambangi…hahaha….(saya dulu dipanggil karena potongan rambut mohawk,niru2 beckham gtu deh…wahahaha…namanya juga anak muda)

disini pula lah,kupertama kali merenung seorang diri di malam pergantian tahun….di masjid…
waktu itu angkatanku berencana akan ada nginep bareng di masjid saat malam tahun baru. tapi karena hujan, akhirnya acara tak jadi. tapi aku sudah keburu ada di masjid selepas jam 9.Meskipun cuma sendiri akhirnya ku coba menenggelamkan diri ini dalam zikir dan muhasabah diri…begitu nikmat rasanya malam itu…hanya kesendirian untuk kembali bercermin akan arti diri ini…kusadari ku hanya sebalut jiwa yang Allah berkenan untuk menutup aib-aib nya dan bukanlah seorang yang penuh dengan kelebihan apapun…

hhhh……

mungkin hanya helaan nafas untuk mengingat masa-masa itu,karena begitu membuncah rasanya dalam hati ini dan mungkin tak tampak oleh orang lain kecuali jika rasa itu telah membuahkan linangan air membasahi pipi ini…alhamdulillah,itulah seklumit cerita kecil,kisah kecil yang memiliki sebuah inti….
yaitu kejujuran,bagaimana (kembali)ditanamkan dalam diriku (insya Allah,kuatkanlah akarnya dan tinggikanlah sampai langit lalu berbuahlah dengan amal shaleh ya Allah…)

dan hari ini, Ahad 15 Juni 2008….kisah ini kembali muncul dari simpul neuron ku…saat seseorang dari KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) bercerita dalam sebuah seminar nasional untuk guru di Bandung “…dan salah satu sekolah yang memegang teguh kejujuran itu adalah sebuah Madrasah. Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia, yang tidak pernah diawasi selama ujian, meski diletakkan kunci jawaban di meja guru. Namun tetap menghasilkan lulusan 100% lulus UN dan SPMB”

Ya Allah kuatkanlah perjuangan guru-guru kami,karyawan,penjaga kantin,satpam,founding father,pengelola sekolah….untuk ku menjadi saksi atas mereka di yaumul hisab nanti atas hadirnya sebuah jihad menumbuhkan kejujuran dalam diri ini.

 

24 Responses

  1. wahaha..
    jadi inget pas lu marah2 waktu mos gua
    ckckkc….

    iya tuh, kejujuran emang barang langka sekarang, kayaknya pasca lulus dari ic perlu pendoktrinan (baca : mengingatkan) tentang kejujuran lagi tuh oleh IAIC, hehe

  2. saya memeinta kalau ada
    data tentang nama santri-santri yang diterima di MAN nsan cendikia

  3. hehe..jadi kangen IC, dah ga pernah gw ngucapin salam kalo ketemu orang lagi hikss

  4. @abul mukhlish
    silahkan dibuka saja pak http://www.insancendekia-tng.net/

  5. ke IC yuk..

    ajakin anak2 malta…

  6. […] tentang ini..tapi baca2 tulisan orang tentang SMAku tercinta dah bikin gw jadi kangen banget..baca disini..sini..sini..sini..ahh mau nulis juga […]

  7. hahahaha… iya, gw jg kangen IC baks. tapi rada susah nih kesana lagi, udah stuck di bandung. :p

    alhamdulillah, doktrin kejujuran sampe saat ini masih gw pegang, 100% no nyontek up till today. semoga 100% no korupsi till my death. fufufufufu.

  8. ya ampun..kangen IC!!!
    apapun yg ada di sana, ngangenin..

  9. wah, bagus kak.. bagus.. eh, tapi bener ada orang kpk yang ngomong gitu..? wahh, mudah2n image itu bisa langgeng terus.. moga IC (en yang penting civitas-nya) tetep keukeuh dengan kejujurannya.. ^.^

  10. Insan Cendekia…. sekolah yang nggak akan terlupa…. nggak akan hilang….

    jadi kangen IC euy…. kangen dengan segala isinya….

  11. @nadia
    iya bener kok..orang KPK yg bilang gitu…
    amiin…

  12. wah, sapa kak, orang KPKnya?
    jangan2 papahnya Gibran,,,
    Heheh,,, piss, Ghee,,, (n_n)v

  13. @agnil
    wah aku lupa namanya sapa….tapi bukan orang IC kok…juga bukan Antasari Azhar (papanya temenku)

  14. Wah, ente ini bikin kangen gw ama IC, hahaha!!

    Kultur IC yang paling membekas di gw adalah, mengajarkan teknik pembenaran paling pol, beneran!!!!

    Ya muhadharah itu lho!

  15. insan cendekia …dan pernak-pernik di asrama, mulai yang paling rajin , sampe yang paling pinter nyari tempat persembunyian … khusus sholat maghrib dan isya, kalo shubuh … pada nggak sempet sembunyi , nggak kuat melek …😀 , jadi kangen ke IC nih …

  16. dah lama banget ga ke ic….

  17. iya baks..
    makasih diingetin lagi ttg makna kejujuran🙂

    rindu IC nih jadinya..

    ngantuk2 di kelas p b*h*ul
    berbinar2 nunggu suplemen seminggu 2x
    dibangunin subuh2 solat berjamaah..
    kumpul2 di asrama..🙂

    huhuhu..kangennn..
    IC gmn y kabarnya skrg?
    masih sama? lebih baik? atau malah turun..

  18. eh , saapa aja dah yg juara 3 besar TA 2007/2008 di ic ? hebat tuh..

  19. cra’y gmn sih biar msk insan cendekia???
    aku mw msk nih,,,

  20. nice, sekolah yang menanamkan kejujuran🙂

    suatu hari nanti mau bikin sekolah kaya gitu juga ah..🙂

  21. wah berat juga ya kakak perjuangannya, tapi kakak sekarang sudah melewatinya. sedangkan saya masih tertatih-tatih di kelas 1 semester 2 yang ingin mengharap dapat jurusan IPA.
    Support kita ya

    Axivic Lunarismosinerati (Angkatan 14)

    • untuk Angkatan Axivic:
      insya Allah akan dmudahkan selama langkah qt berkah….mudahkan langkah qt dengan cara mudah memperoleh rezeki dan keinginan qt.
      -jaga sholat berjamaah qt terutama subuh jangan males krn di asrama
      -niatkan rutin sedekah
      -kuatkan hati utk rutin sholat dhuha 4-6 rakaat waktu pagi hari
      insya Allah smua perjuangan qt dmudahkan dan dibuka pintu2nya oleh Allah,believe it!

      kalau blh ada waktu boleh jg kakak sharing dengan adik2 semua🙂
      wassalam

  22. mantap, keren emang masalah jujur di IC, sampe koperasi pun bisa ambil kembalian sendiri, ngitung utang sendiri,
    tadi pas ngambil KSM, disuruh ngisi data diri kejujuran akademik dari SD sampe kuliah, dan yang paling bersih emang IC haha..

    sayang, kuliah gw ternodai sampe semester 3, walaupun enggak parah parah banget hehe,,4-sekarang alhamdulillah ujian mah enggak pake nyontek😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: