Model Pengembangan Ekonomi Kapitalis = Model Pengembangan Negara Israel


Pada saat Khilafah masih eksis, cita-cita kaum Yahudi untuk mendirikan negara Israel di Palestina gagal total. Namun masalahnya menjadi lain tatkala konstelasi politik Timur Tengah berubah akibat hancurnya Khilafah dan wilayah-wilayah bekas kekuasaannya dibagi-bagi di antara negara-negara imperialis. Israel akhirnya berdiri di tanah Palestina pada tahun 1948.
Sejarah mencatat, Qurrah Shu Affandi, seorang petinggi Freemasonry dari Turki pernah berusaha menyuap Sultan Abdul Hamid II (menjadi Khalifah 1876-1909) dengan imbalan agar kaum Yahudi diberi tanah di Palertina.

Petinggi Freemasonry itu berkata kepada Khalifah,”Saya datang sebagai wakil dari gerakan Freemasonry untuk memberikan kehormatan kepada Anda. Saya harap Anda bersedia menerima 5 juta lira emas sebagai hadiah untuk Anda pribadi. Di samping itu kami pinjamkan 100 juta lira emas untuk kas negara tanpa bunga selama satu tahun. Namun kami harap Anda memberikan sebagian hak-hak khusus kepada kami untuk menguasai tanah Palestina.” Sultan Abdul Hamid II lalu marah dan berkata kepada ajudannya,”Tahukah kamu apa yang diinginkan babi ini ?” Lalu Sultan berkata kepada wakil Freemasonry itu,”Enyahlah kamu dari hadapanku, hai orang hina !” Orang Yahudi itu lalu keluar dan terus pergi ke Italia.

Dari sana dia mengirim surat kepada Sultan, isinya : “Anda telah menolak tawaran kami. Ongkos penolakan ini akan menimpa Anda pribadi, dan juga akan banyak menimpa kekuasaan Anda.” [49] Sejak saat itu, kaum Yahudi yang kafir berusaha keras untuk menghancurkan Khilafah dengan berbagai cara, karena ini dianggap sebagai jalan untuk mendirikan negara Yahudi yang menjadi cita-cita mereka. Setelah Khilafah jatuh pada 1924, upaya zionis untuk mendirikan negara Yahudi di Palestina berhasil terwujud pada tahun 1948 berkat rekayasa negara-negara penjajah kafir melalui kekuatan PBB.

Pola di atas pula lah yang digunakan kaum kapitalis dalam mengembangkan sektor perekonomian mereka di Indonesia. Mereka mendekati para pemimpin negara ini lalu dengan iming-iming imbalan harta mereka meminta persetujuan untuk menikmati hasil sumber daya alam dari negeri tercinta ini. Namun sayangnya pemimpin Indonesia saat itu tidak seperti Sultan Abdul Hamid II, ialah Soeharto. Bukan seorang Soekarno yang berkata “Go to hell with your aid” kepada Amerika.

Setelah para pemimpin didekati, maka didekatilah sumber kekayaan alam di negeri Indonesia (yang sebagian besar merupakan umat islam=Palestina). Para kaum kapitalis memulai melancarkan pergerakan ekonomi dimana suatu negeri bekerja mengeksploitasi kekayaan alamnya sendiri, lalu memberikannya ke negara asing kemudian dibeli kembali ke dalam negeri dengan harga tinggi. Sementara keuntungan penjualan ke negara asing hanya dinikmati segelintir pemimpin saat itu dan pemilik modal perusahaan. berikut adalah petikan dari tulisan Amien Rais.

Dalam tulisan berjudul “Inkonstitusional”, di kolom Resonansi Harian Republika, pada tahun 1998 menjelang jatuhnya Suharto, Amien Rais menulis : “Bisakah kita mengambil pelajaran dari PT Freeport Indonesia di Irian Jaya ? Perusahaan tambang Amerika ini sejak 1973 telah menambang emas, perak, dan tembaga di Irian Jaya. Sekarang ini setiap hari, 125.000 ton bijih tambang diruntuhkan dari gunung-gunung di pegunungan Jaya Wijaya.

Dari jumlah biji tambang sekian itu, diperoleh konsentrat sekitar 6000 ton. Setiap ton konsentrat mengandung 300 kg tembaga, 60 gram perak, dan 30 gram emas. Walhasil selama seperempat abad, kekayaan bangsa yang sudah digotong ke luar negeri kurang lebih 1620 ton emas, 3420 ton perak, dan 162 juta ton tembaga. Sekian ton emas itu, kalau dirupiahkan dengan harga sekarang [1998] bernilai lebih dari 400 triliun rupiah. Tahun 1991 Freeport sudah mengantongi izin penambangan lagi untuk masa 30 tahun ditambah dua kali sepuluh tahun (dus, setengah abad) dengan wilayah eksploitasi yang lebih luas lagi. Mau dibawa ke manakah Indonesia yang kita cintai bersama ?”

Mengapa PT Freeport Indonesia (PT. FI) dapat leluasa merampok kekayaan alam milik Indonesia ? Ya, perampokan itu dapat mulus berlangsung karena sebagian pejabat Indonesia (dan sanak keluarganya) telah berkhianat untuk memperkaya diri sendiri dengan cara berkolusi dengan para kapitalis yang kafir. Seperti diketahui, PT Nusamba Mineral Industries, sebuah anak perusahaan Nusamba, menguasai 4,7% saham PT.FI. Memang jumlah sahamnya sedikit, daripada saham perusahaan induk Freeport McMoRan serta perusahaan Jepang dan Jerman yang menjadi penampung produk salah satu tambang emas & tembaga terbesar di dunia itu, yang pada tahun1995 punya pendapatan sebesar hampir 1,5 milyar dollar AS ! Kelompok Nusamba, seperti kita ketahui, dikuasai oleh tiga yayasan yang diketuai Soeharto (Dakab, Dharmais, Supersemar) yang bersama-sama memiliki 80% saham perusahaan itu. Sedangkan 20% sisanya, dibagi rata antara Bob Hasan dan Sigit Harjojudanto.

Maka dari itu, tidaklah mengherankan jika kekayaan para pejabat dan keluarganya yang korup itu jumlahnya sangat luar biasa, di luar perkiraan rakyat banyak. Taksiran nilai total kekayaan Soeharto dan keluarganya adalah sebesar US$ 40 milyar. Sungguh, ini lebih dari cukup untuk melepaskan Indonesia dari krisis ekonomi, tak perlu mengemis-ngemis ke IMF.

Oleh karena itu, sekarang lah saatnya para pemimpin yang mampu memandu negeri kepada izzah dan kemandirian bangsa muncul untuk mengatasi krisis negeri ini. Didampingi dan didukung oleh generasi yang memahami urgensi hal ini dan mampu memahamkan (mendakwahkan) pula kepada orang lain. Karena itu mari kita siapkan diri (tarbiyah), sebuah keniscayaan saat itu akan tiba jika dan hanya jika kita yang memperjuangkannya (jihadiyah).

sumber :

http://islamsyumul.blogspot.com/2006/09/malapetaka-akibat-hancurnya-khilafah.html

5 Responses

  1. Bismillah..

    Saya mahasiswa Indonesia yg sedang kuliah di Hamburg, Jerman. Terus terang saya merasa sedih dengan realita yang ada sekarang. Ironisnya saya mengetahui banyak rahasia negara kita, selain yang di uraikan di atas, saat saya sudah berada di Jerman.
    Saran saya, yaitu tulisan-tulisan tentang realita yang dilakukan pemerintah agar diperbanyak dan berifat terbuka, dengan tujuan merangsang semangat rakyat Indonesia termasuk para wakil rakyat untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik.

    Waallahua’lam..

  2. lalu dimana model yang dimaksudkan oleh judul diatas wan?
    dengan tanda “=” berarti ada maksud mengatakan tentang linearitas… iya kan?

  3. @om tanJabok
    model mendekati pemimpin lalu infiltrasi daerah tersebut
    @bang awang
    mau donk tulisan2mu juga….

  4. Jika kita membaca kekuatan kita, sebenarnya kitapun punya peluang yang besar utk meningkatkan kwualitas umat Islam sebab hingga kini Al-qur’an & as sunnah tetap utuh dengan jaminan Allah SWT
    “Sesungguh kami telah menurunkan adz dzikir(syariat islam) dan kamilah yang akan menjaganya” aku lupa Qs berapa.
    kurang lebih seperti itu..

    Optimis suatu saat umat islam akan berjaya…
    Indonesia akan bangkit!

  5. harga mati,,,,
    ***MUST CRUSH CAPITALISM***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: