Tom and Jerry = Jew’s Provocation and Propaganda


Pernah nonton film kartun Tom and Jerry? Film kartun ini sering sekali diputar di layar televisi swasta di Indonesia, pagi dan sore terutama. Film kartun yang mengisahkan tentang perseteruan antara tikus kecil yang cerdik, banyak akal, dan selalu beruntung, dengan seekor kucing bodoh yang selalu gagal menaklukkan tikus keparat itu.

Lucu, memang lucu, kalau kita menonton dengan niat hanya menontonnya sebagai hiburan buat keluarga, tidak akan terjadi perasaan apa apa. Saya juga dulu begitu, menontonnya dengan maksud untuk mencari hiburan santai dan ringan ditengah kepungan tayangan kriminal, Setantron™, dan gossip. Lama kelamaan, saya justru merasa luar biasa bosan dengan format Tom and Jerry, si kucing tidak pernah sanggup memakan si tikus. Jangankan memakan, menangkapnya saja susahnya minta ampun, kalaupun si tikus berhasil ketangkap, dia akan berhasil lolos lagi. Si tikus juga selalu punya akal untuk mengibuli si kucing sehingga si kucing justru lebih sering termakan perangkap yang di pasang oleh si kucing itu sendiri, alias senjata makan tuan.

Terlalu sering memperhatikan itu, saya awalnya hanya geram sendiri, tidak mungkin ada tikus yang seperti itu. Sejago jagonya tikus, tikus tidak akan sanggup mengalahkan kucing, untuk lolos dari tangkapan kucing saja tikus sudah untung, bahkan biasanya tikus selalu dipermainkan oleh kucing, bukan kucing yang dipermainkan tikus. Akhirnya tibalah otak saya kepada pikiran yang sebelumnya selalu saya anggap aneh, termasuk biasanya saya selalu berusaha menyangkalnya.

Then, suddenly it crosses my mind that this film provokes all Muslims in this world. It seems like this film is Jew’s propaganda. The mouse represents Jew, and the cat represents Muslims. Those bastards (Jewish) are trying to show that the little always beat the big and they are hard to be defeated. However, the big is fool and weak. The Muslims population and countries may as big as cat and the Jew population and country may as little as the mouse, but the cat only means big (large amount of quantity) not great, where the little (lack of quantity) mouse means little, but smart.

Berlebihan? Ya, sudah ratusan kali saya berdebat dengan diri sendiri bahwa itu berlebihan. Bahkan meyakinkan saya bahwa itu hanyalah fool and freak thingking. Tapi tetap saja segala argumen tentang provokasi dan propaganda dari para keparat berkecamuk. Kira kira debatnya begini:

“Penyangkalan”: Ga mungkin, itukan cuma film kartun, dan tujuannnya anak anak.

“Pembenaran”: Ga, memang cuma film kartun untuk anak anak, tapi bukankah semenjak anak anak bisa dijejali dengan doktrin dari keparat keparat itu, bukankah anak anak mudah untuk di pengaruhi?

“Penyangkalan”: Maksudnya?

“Pembenaran”: Maksudnya sejak kecil anak anak di doktrin bahwa tidak perlu takut menjadi minoritas seperti yahudi, tidak perlu takut tidak punya tanah alias negara, toh kelak dengan kemampuan otak dan akal akalan kita bisa mencaplok tanah orang lain, kita juga bisa hidup aman tentram dimana saja, di negara orang lain. Jadi mending jadi tikus saja, alias jadi pengikut yahudi!

“Penyangkalan”: Bisa tolong lebih detail? Kayanya semuanya makin berlebihan dan sangat tidak nyambung.

“Pembenaran”: Jadi begini, liat saja ukuran kucing yang besar itu, seolah olah para yahudi keparat itu ingin menggambarkan bahwa di dunia ini umat Islam (bahkan mungkin juga mereka memprovokasi umat beragama lain yang juga punya jumlah besar si seluruh bumi) itu sama besarnya dengan kucing. Sedangkan yahudi itu hanya sebesar tikus. Begitu juga negaranya, negara negara Arab, atau negara dengan penduduknya yang Muslim itu sebesar kucing, sedangkan negara Israel dan yahudi itu cuma sebesar tikus. Hakekatnya tikus dan kucing itu biasanya bermusuhan, tikus juga selalu di kejar kejar kucing (kecuali garfield yang punya sahabat tikus). Namun selalu saja tikus punya akal untuk mengalahkan kucing. Selalu saja tikus tidak bisa ditangkap oleh kucing.

“Penyangkalan”: Oke, tapi bagaimana dengan tidak punya tanah pencaplokannya?

“Pembenaran”: Lihat saja bagamana keparat keparat itu tersebar dan melarikan diri mencari penghidupan lain di seluruh dunia, seperti halnya tikus yang bisanya cuma hidup di lobang kecil di rumah rumah, mereka itu tidak punya penghidupan yang makmur, untuk makan saja harus kejar kejaran dengan kucing, harus nyolong dari kulkas dan meja makan yang dijaga kucing, tapi mereka tak pernah berhenti memikirkan cara agar kucing terusir dari rumah, sehingga mereka bisa menikmati semua makanan dan fasilitas yang sebelumnya adalah milik kucing. Kalau ada kucing lain yang datang yang juga ingin menangkap si tikus, maka kedua kucing itu justru berantem sendiri, coba kalau kedua kucing itu berkolaborasi menagkap si tikus, dijamin si tikus ga bakalan berkutik. Namun karena kucing kucing itu seperti halnya umat Muslim yang sibuk gontok gontokan dengan saudara seagama, maka yahudi justru jalan terus dan makin jaya, sedangkan umat Muslim ga maju maju

“Penyangkalan”: Kayanya makin ga mungkin, apalagi itukan buatan Amerika, bukan buatan yahudi.

“Pembenaran”: Memang yang bikin Amerika, bikinan Holywood™ kalau ga salah. Kalau memang dibikin di Holywood, emangnya di Holywood™ itu ga ada yahudi? Lebih umum lagi emangnya di Amerika itu ga ada yahudi? Siapa yang jamin si penulis cerita, tukang gambar atau justru si penyandang dananya bukanlah yahudi yang selalu berusaha menyusupkan propagandanya?

“Penyangkalan”: Ah kamu ini mikrin yang mumet aja, mending dijadikan hiburan saja, daripada pusing sendiri mikirin yang engga engga, itukan cuma kiasan, dan perumpamaan bahwa umat Muslim itu bayak tapi lemah, sedangkan yahudi itu sedikit dan kecil tapi pandai dan hebat film kartun buat anak anak.

”Pembenaran”: Memang sih cuma film, bahkan cuma sekedar film kartun, tapi kan film bisa jadi alat propaganda, seperti halnya propaganda orde baru yang di filmkan dalam film dokumeter G 30 S PKI. Udah deh, pokoknya aku ga mau nonton lagi, nonton yang lain aja!

dari http://kosongempatsembilan.wordpress.com

4 Responses

  1. ga baik negative thinking…

    kita sebagai umat soleh jgn terpancing oleh godaan2 pikiran dr si iblis…

  2. setuju dengan al Ma,soem, kalau kita berpikir negatif, maka kita akan semakin lemah, lebih baik introspeksi, dan terus berusaha agar kita menjadi lebih baik.

  3. Waspada itu harus,.. tapi janganlah sikap waspada menjadikan kita makhluk yang skeptis. Bukan waktunya lagi untuk menutup mata dan terasing di dalam konspirasi, tetapi justru sekaranglah satnya membuka mata lebar2 dan benar2 mengenali siapa musuh sebenarnya serta gerak-geriknya. Just watch it !!! Wallahualam bishawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: