E.sakazaki VS ASI


Beberapa bulan lalu kita dikejutkan dengan ditemukannya sampel susu formula yang mengandung E.sakazaki yang diduga menjadi penyebab sakit meningitis pada bayi. Benarkah itu? Lalu apakah benar kalau bayi itu harus mendapatkan makanan yang steril? Apakah ASI eksklusif menjadi solusi?

Coba kita lihat saja ya beberapa fakta berikut. Apakah kita tahu selama ini keberadaan bakteri apa saja yang ada di makanan kita? Tentunya sebagian besar kita tidak tahu. Tapi kalau kita sakit, apakah penyebab yang sering kita sebutkan? Ya, hamper selalu kita katakana karena ketahanan tubuh kita sedang turun. Karena hal ini lah kenapa bayi yang belum “berpengalaman hidup” harus diminimalisir mendapat asupan makan yang sembarangan seperti orang dewasa konsumsi.

Makanan steril kah solusinya? Dahulu setelah perang dunia ke-2 banyak orang tua yang menjaga anaknya untuk tetap di rumah seharian dengan alasan agar tidak terjangkit penyakit setelah rusaknya lingkungan pasca-perang. Namun apa yang terjadi? Justru saat mereka dewasa hamper sebagian besar ditenggarai segera mengidap sakit asma saat mereka mulai bekerja. Ternyata menjaga tetap dalam lingkungan steril juga bukan solusi. Terkadang ada kredo asal-asalan yang ada benarnya juga “sekali-sekali latihan lah makan di pinggir jalan supaya kalau hidup susah bisa terlatih makan di pinggir jalan dan ga sakit”. Secara fisiologi, saluran pencernaan kita akan “terlatih” dengan kehadiran mikroba-mikroba di pencernaan kita saat kita makan yang “kurang bersih”.

Apakah ASI eksklusif menjadi solusi untuk (calon) anak-anak kita nantinya? Tunggu dulu, ternyata berdasarkan hasil penelitian menunjukkan dari ASI ibu yang sehat ditemukan isolat 2 spesies bakteri, yaitu Lactobacillus gasseri dan Lactobacillus fermentu. Wah GAWAT!!! Sabar dulu, ternyata 2 jenis bakteri ini merupakan bakteri yang kerap ditemui di produk suplemen probiotik. Artinya memang 2 jenis bakteri ini merupakan bakteri yang potensial untuk meningkatkan fungsi pencernaan manusia.

Selain itu, dari feses bayi berumur 3 hari sampai 24 bulan yang mengkonsumsi ASI ternyata ditemukan bakteri Bifidobacterium breve dan B. longum (B. infantis). Dimana aktivitas bakteri tersebut dapat memproduksi asam linoleat sehingga memegang peranan penting dalam menjaga aktivitas lapisan mukosa usus sehingga akan dapat menjaga kesehatan.

Dari studi lain dibandingkan antara bayi usia 7 hari yang mengkonsumsi ASI dan mengkonsumsi susu formula ternyata ditemukan lebih banyak komunitas bakteri penyebab penyakit pencernaan (salah satunya E.coli) pada bayi yang mengkonsumsi susu formula. Sedangkan genus bakteri Bifidobacterium seperti yang telah disebutkan sebelumnya tidak ditemukan atau sangat rendah konsentrasinya. Selain itu ditemukan juga bahwa kehadiran bakteri dari lingkungan rumah sakit pada saluran pencernaan bayi yang baru lahir dengan cara operasi Caesar lebih banyak daripada bayi yang terlahir normal.

Nah,itu semua fakta yang bisa jadi pilihan kita dalam merawat bayi kita nanti.

PS :

1. Lebih mahal biaya melahirkan Caesar daripada normal

2. Lebih mahal harga susu formula daripada ASI

Pustaka

E. Rosberg-Cody,et.al. Mining the Microbiota of the Neonatal Gastrointestinal Tract for Conjugated Linoleic Acid-Producing Bifidobacteria. Applied and Environmental Microbiology, August 2004.

Christine F. Favier,et.al. Molecular Monitoring of Succession of Bacterial Communities in Human Neonates. Applied and Environmental Microbiology, January 2002.

2 Responses

  1. Sebagai seorang ibu yang mempunyai anak lahir dari hati bukan dari rahim…susu formula pilihan terbaik.

    terapkan hidup bersih sebagian dari iman.

    Nuhunnya…

  2. walaupun lum merasakan jadi seorang ibu tetep setuju asilah yang terbaik buat buah hatiku nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: