KUIS! Mencegah Rawan Pangan


Rekan-rekan sekalian, tentu kita para pemuda kelahiran tahun 80 an dan sebelumnya tentu akrab dengan program yang dicanangkan selama Bapak (alm) Soeharto masih berkuasa, yaitu swasembada pangan. Saat itu diceritakan bahwa Indonesia sudah mampu memenuhi sendiri kebutuhan beras untuk rakyatnya bahkan sampai bisa mengekspor ke Negara-negara di afrika yang sedang kelaparan.

                Karena menyandang predikat itu akhirnya ditetapkan lah bahwa makanan nasional Indonesia itu adalah beras. Saat itu juga tertancap mendalam kalau belum makan nasi, belum afdhol. Meski 2 bungkus mie goreng dengan singkong goreng sebagai penganan pendamping nya tetap aja namanya itu belum makan. Nah mungkin bagi kita ini bisa jadi bahan candaan, namun coba kita lihat efeknya…ini lho sebenernya salah satu kunci penyebab dari kasus kelaparan di Indonesia. Lho bagaimana bisa? Kita coba ambil contoh salah satu daerah rawan pangan (baca:beras) yaitu daerah NTT atau daerah di Timur lainnya yang sifat tanahnya kering. Bagaimana bisa padi ditanam disana dengan baik? Tapi sebelum itu coba kita lihat hubungan padi-pulau jawa-NTT-penelitian pertanian

Padi :

P-perlu air yang cukup

<!-Perlu lahan yang cukup luas agar produktivitas tinggi (di Indonesia sampai sejauh ini mencapai 15 ton/ha)

<!-Perlu pemupukan intensif (kini mulai dikurangi, diganti dengan zero-tillage dan pemanfaatan mikroba untuk pengolahan tanah)

Pulau Jawa :

<!-Air cukup melimpah, bahkan bisa banjir😀

<!-60% produksi nasional padi dari pulau Jawa (2006)

<!-Karena sumber padi yang melimpah maka berbondong-bondong orang berurbanisasi ke pulau Jawa demi mencari “sesuap nasi” agar gak dibilang ndeso.

<!-Karena makin banyak yg urbanisasi, maka lahan pertanian pun menyempit karena butuh lahan lebih luas untuk tempat tinggal dan industri.

<!-Dana penelitian kini memfokuskan peningkatan produksi padi di pulau jawa

NTT :

<!-Kering

<!-Produksi Padi tidak bisa seoptimal di Jawa, sehingga sulit untuk ber swasembada pangan dari Padi

<!-Pendapatan pertanian rendah

<!-Hasil penelitian untuk di pulau Jawa belum tentu cocok dengan di NTT

Jadi inilah beberapa sebab terjadinya kelaparan di kawasan Timur Indonesia menurut pemikiran sederhana saya. Karena saya suka berpikir sederhana, maka jawaban penanggulangannya pun menurut saya akan sederhana. Dulu pernah inget kan? Apa makanan pokok dari daerah Madura, Papua dan lain-lain nya?

Madura itu khasnya Jagung

Papua itu khasnya Sagu (baru kutau sagu itu tepung aci)

                Nah ternyata karakteristik di NTT itu mirip dikit lah sama papua, maka itu menurutku yang harus di tanam dan jadi bahan makanan pokok di NTT itu ya Jagung. Atau umbi-umbian kayak ubi jalar, singkong dll. Atau masyarakat di Gunung Kidul sana harusnya juga tiwul dan turunan produk singkong lainnya. Tapi ternyata kini banyak juga warga gunung kidul yang kangen makan tiwul (lho???) iya soalnya mereka sekarang makan nasi…kok ceritanya jadi kemana-mana ya….

                Yah intinya, memang kita ini adalah Negara kaya dan paling beragam. Maka itu tidak usah dimiskinkan keanekaragaman kita itu dengan menyeragamkan segala hal, karena dengan sendirinya hal itu akan melanggar kodrati alam Indonesia. Akibatnya dari memiskinkan itu ya jadi krisis deh…krisis pangan….

               

Kalau menurutmu gimana?

Butuh masukan nich untuk pikiran yang sederhana ini

3 Responses

  1. Bener juga, ya. Swasembada pangan harusnya bukan berarti swasembada beras. Kenapa kok penduduk daerah timur juga ikut2an pengen makan beras? Padahal, mengubah pola makan itu kan ga mudah. Penduduk pulau Jawa yang dari kecil makan nasi, tentu menolak kalo disuruh makan singkong atau sagu. Tapi kenapa penduduk daerah timur mau meninggalkan makanan pokok nenek moyang mereka? Apakah nasi lebih enak dari pada singkong, jagung atau sagu ? Enggak juga. Jangan2 dulu ada rekayasa sosial, sehingga tiap orang berpikir harus makan nasi seperti yang kamu bilang, Wan.

    Intinya saya sepakat kalo tiap daerah coba mengenali potensi yang dimiliki daerahnya, lalu mengupayakan swasembada pangan lewat makanan pokok yang tumbuh subur di daerah itu. Yang jelas, mereka kan udah punya keunggulan komparatif dibandingkan daerah lain, tinggal bagaimana mengolahnya, sehingga bisa jadi keunggulan kompetitif daerah tersebut. Bisa jadi nanti NTT atau Papua jadi eksportir jagung. Kaya deh saudara kita di sana. Ga ada kelaparan lagi. Amiin

  2. itulah “salah”nya jaman orba dulu,,,monodiversifikasi tanaman pangan utama (“primary grain”)padahal nasi (padi) BUKAN tanaman asli dari Indonesia,,,monodiversitas padi juga sarat politik (dulu ramai disebut politisasi padi,,,
    perlu ada program diversifikasi primary grain buat menambah ketahanan pangan INdonesia,,,itu sudah lama ku pikirkan dan lagi ramai didiskusikan antara gw dgn fikiran gw,,,
    ini juga bahan kemaren lomba risetSITH tea cuma ga masuk,,,
    gw ada beberapa tanaman yg berpotensi untuk itu,,,juga cocok di Indonesia,,,

  3. terkadang orang indonesia itu suka latah dalam mengambil setiap keputusan jangan mentang-mentang sweluruh dunia memngakui kalo yang namanya beras merupakan makanan pokok jadi kita harus makan beras juga yang rugi nanti nya khan masyarakat juga. indonesia terkenal dengan keanekaragam mulai dari kebudayaan maupun semua-muanya dech……. bahkan pola makan dan pola konsumsi nya beda juga… ingat nga yang namanya local wisdom? itu to yang pola mkan tao apalah berdasarkan kebudayaan masing-masing daerah.. tapi sekqarang juga aneh?!? orang-orang sering risih aja klo ngeliat tetangga ato orang lain makan dengan mengkonsumsi selain yang namanya beras… enak klo mereka mau belikan beras… mungkin bias jadi bahan ejekan atao di cap MISKIN… yah ni lah indonesia terkadang susah cuma sukah LATAH aja…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: